Berupaya Tegar di Tengah Gempuran Zaman

SMA Al-Hayan, Merdeka Belajar

 

SMA Al-Hayyan, Berupaya Tegar di Tengah Gempuran Zaman

Lalampan.com. 1444. Meski berada di pedalaman, di kelilingi sekolah-sekolah favorit, SMA Al-Hayan mencoba hadir sebagai lembaga pendidikan alternatif bagi mereka yang tidak mampu. Terletak di sisi barat-utara Karduluk, yang nyaris berbatasan dengan Desa Aengpanas, membuat Sekolah Menengah Atas ini nyaris tidak terdengar, awal berdiri pada tahun 2009, ujian pertama kali masih harus ikut sekolah lain, dengan cara menginap beberapa minggu, selama Ujian Nasional. Selama masa perjuangan, siswa-siswi Al-Hayan, harus mengikuti Ujian Nasional di kota Sumenep, kemudia pada tahun 2012, pindah ke Prenduan, meski bukan sekolah sendiri. Baru pada tahun 2016, SMA Al-Hayan baru bisa mengadakan dan melaksanakan Ujian Nasional secara mandiri, di sekolahnya sendiri.

Lembaga ini hadir untuk memberikan tempat bagi mereka yang hendak melanjutkan pendidikan jenjang yang lebih tinggi, yakni sekolah menengah atas atau sederajat, untuk memberikan pelayanan pendidikan berdasarkan kurikulum yang ditetapkan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan. Dengan tetap berpedoman pada asas pendidikan, Abd Wali mengatakan pihaknya secara konsisten melaksanakan Assestmen Nasional (ASN) untuk meningkatkan status lembaga tersebut.

Kebijakan utama di sekolah ini, bahwa Kelas 3 SMA, wajib muqim di pondok, siswa-siswi tersebut dalam rangka mengabdi kepada lembaga, selain sekolah juga terhitung sebagai santri, upaya ini dilakukan agar siswa-siswi tidak perlu menambah waktu setahun pasca lulus. Selain itu kelas 3 SMA, wajib hafal juz ke-30 dan SKIA (syarat kecakapan ibadah amaliyah).

Beberapa kegiatan di SMA AL-Hayan ini terdiri dari Banjari, Pencak Silat dan Pramuka, berkah kerja kerasnya, pada tahun 2010, SMA Al-Hayan mendapatkan Hadiah Juara 1 lomba Gerak Jalan Tingkat Kecamatan (Pragaan). Juara 1 Lomba Banjari tingkat kabupaten pada tahun 2016, serta Juara 1 Lomba Perkemahan Tingkat Jawa Timur pada tahun 2022. Para siswa dan santri sembari shalawatan bisa sembari berbanjari, setiap malam jum’at.

Juga ditambah dengan kegiatan-kegiatan yang diharapkan mampu mengupgrade ilmu pengetahuan siswa, yaitu kurus Bahasa Arab, Bahasa Inggris, hal ini diharapkan siswa-siswa juga bisa go international, ditambah dengan kajian kitab kuning untuk membekali ilmu pengetahuan siswa, serta keterampilan IT yakni dengan kursus komputer. Tidak dapat dipungkiri, zaman telah berubah, pemahaman atas informasi dan tekhnologi harus menjadi kebutuhan yang cukup mendasar. Agar lulus sekolah tidak begitu gagap terhadap tekhnologi. serta Fasilitas yang paling dekat dengan siswa yaitu hadirnya perpustakaan untuk menambah bekal khazanah pengetahuan siswa-siswi SMA Al-Hayan.


 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak