Sajak Manusia Sekarang

Puisi Ach Jazuli, The Soul Of Madura, The Epicentrum of Madura, Sumenep, Pamekasan Sampang, Bangkalan Madura Jawa Timur


 

Manusia Sekarang

Laksana benci

Yang ada hanya semakin menguasai

Bila tak memaafkan lagi dan lagi

 

Pekat bukan hanya tentang warna

Pekat justru suara rasa

Rasa yang menggila

Pada dunia yang sudah benar-benar fana

 

Manusia merajalela

Bukan jumlahnya saja

Bajunya, kursinya, sudah saling rebut paksa

Katanya atas nama bangsa

Tahu-tahunya hanya ada keluarga dan para kolega

 

Fitnah disebut komentar

Informasi sudah tinggal nyebar

Lalu kritik apa kabar

Jangan bilang sudah dibungkam tanpa sadar

 

Manusianya tidak salah

Cara berpikirnya yang bermasalah

Keliru pada dirinya dianggap kaprah

Ketika menindas yang lemah

Lalu apa jika bukan serakah

 

 

Sumenep, 27/01/23


Maos jugan

 

Yang Pincang

 

Tentang kekacauan diskusi,

Seharusnya bukan hanya satu arah tapi dari berbagai arah

Tentang ketimpangan literasi,

Seharusnya tidak cukup di seremoni sambutan-sambutan

Semestinya sampai akhir

Semestinya diikuti sampai selesai

Semestinya ditindaklanjuti

 

Jika hanya butuh dokumentasi

Seharusnya tidak perlu bilang ada acara diskusi

Jika yang dibutuhkan hanya laporan sertifikasi

Semestinya cukup duplikat slip gaji

Bukan pura-pura ada seminar literasi

 

Semangat yang menggebu

Atau hanya naik pangkat yang dituju

Katanya memahat aksara

Tapi lupa caranya membaca

Bilangnya merangkai kata

Tapi buku-buku dibiarkan begitu saja

 

Sebenarnya yang tumpul literasi siapa?

Yang tidak suka membaca

Atau membaca tapi buta warna

Sebenarnya yang pincang di mana?

Diskusi tanpa membaca

Atau membaca tapi tak pernah berpikir terbuka

 

Suatu saat literasi juga tentang diam

Bukan diam-diam meng-copy paste karya orang

Hanya demi event tahunan

Rela membayar orang lain hingga jutaan

Namanya bergelar penulis

Tapi diajak diskusi kok sinis

Mintanya diapresiasi

Jika dikritisi dibilang tidak tahu diri

Bawaaanya ingin ketawa

Tapi ya sudah lah...

 

 

Sumenep, 18/12/22

 

 

SAJAK MANUSIA

 

Setiap orang bisa berpuisi

Tapi tidak dengan hati

Setiap orang boleh berkata-kata

Tapi tidak dengan cinta

Seseorang bisa meninggalkan

Tapi tidak dengan melupakan

Boleh jadi yang sudah pergi dibiarkan

Tapi selamanya kenangan tetaplah kenangan

 

Hubungan boleh putus

Ikatan bisa saja pupus

Karena manusia kodratinya emang akan terhapus

Kembali halus

Menyatu dengan bumi, hangus

 

Penyesalan jangan terlalu lama

Larut dalam sedih hanya menjadikan trauma

Tapi memaksakan bahagia justru semakin terluka

Hiduplah sekedar saja

Menikmati yang ada

Dan menjalani dengan lapang dada

 

Takdir apapun bentuknya

Tidak ada yang benar-benar membuatmu sengsara

Manusia tercipta tiada lain sebagai hamba

Hidup dan kembali hanya pada Tuhan sang Maha Esa

 

Masihkah puisi akan berhenti pada arti

Atau kata-kata sebatas omongan belaka

Teruskah cinta selalu berakhir dengan luka

Atau menutup air mata agar terlihat biasa-biasa saja

Kehidupan tidak sesederhana film di layar kaca

Meski kebahagiaan seperti terlihat nyata

Coba perhatikan aktornya dengan sekmasa

Bukan hanya manusia, tapi hewan, tumbuhan, dan alam raya

 

Kita punya akal, hewan tidak

Kita memiliki nafsu, tumbuhan tidak

Kita bisa mempertimbangkan,

dan lingkungan perlu dipikirkan

 

Mari saling jatuh cinta

Tidak usah gila dan membuta

Cukup beprilaku sebenar-benarnya manusia

 

 

Lalangon, 11 Agustus 2022


Maos jugan

Ach Jazuli aropa’agi Lanceng se babbar e Disa Tambaksari, Rubaru, Songennep. Nganthang asakola dhri SDN Tambaksari tello’ tor lastare tawon 2010, nerrossagi mondhuk sambi asakola Tsanawiyah (2013) tor jugan Aliyah (2016) e Darul Ulum Prongpong. Lanceng se pelka’ elmo paneka nyare sakola’an se lebbi tenggi, mela dhari paneka, aba’na acangrep ka Program Study Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, IAIN Madura, tanto kodu maso’ dhari S1-na, lastare tawon 2020. Aromasa ta’ cokop tor gi’ aromasa kakorangan elmo. Aneka lakar lanceng se korang ajar. Korang malolo. Saenggana dha’ ka’dhimma bai etabang. Akadiya ka se kodu mangkat ka Malang, ajar e Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, UNISMA Malang, Jaba Temor. Tanto ta’ ga-oga.  Samangken ampon lulus S2

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak