Halal bi Halal Alumni Taufiqur Rahman Satukan Generasi

K. Ali Maimun Saedy


Jejak Silaturahmi yang Tak Terputus: Halal bi Halal Alumni Taufiqur Rahman Satukan Generasi

TAMBUL|| Lalampan.com-1447. Langit siang di Telenteyan Longos tampak cerah, seakan turut menyambut langkah-langkah para alumni yang datang dari berbagai penjuru desa. Halaman Madrasah Taufiqur Rahman, yang menjadi saksi perjalanan banyak generasi, kembali hidup dalam suasana penuh kehangatan pada Rabu (25/3/2026).

Acara Halal bi Halal Keluarga Besar Alumni Taufiqur Rahman (Kerabat) bukan sekadar pertemuan biasa. Ia adalah ruang pulang—tempat di mana kenangan, nilai, dan ikatan lama dirajut kembali.

Sejak siang hari, para alumni mulai berdatangan. Tidak hanya dari sekitar Longos, tetapi juga dari desa-desa lain seperti Totosan, Batang-Batang Laok, hingga Banuaju Barat. Mereka datang dengan cerita masing-masing, membawa jejak kehidupan yang telah ditempuh sejak meninggalkan bangku madrasah.

Maos jugan

Yang paling mencuri perhatian adalah kehadiran para alumni sepuh. Dengan langkah yang mungkin tak lagi secepat dulu, mereka tetap hadir, seolah ingin memastikan bahwa tradisi silaturahmi ini tidak pernah terputus oleh waktu. Wajah-wajah yang telah lama menjadi bagian sejarah madrasah itu tampak sumringah, bersalaman dengan penuh menundukkan kepala di hadapan para guru dan menyapa satu per satu generasi di bawahnya.

“Dari dulu sampai sekarang, yang membuat kita kembali ke sini bukan hanya tempatnya, tapi kenangannya,” ujar salah satu alumni sepuh dengan mata yang berbinar.

Suasana semakin hangat ketika para alumni lintas generasi saling bersalaman. Tidak ada sekat usia, tidak ada jarak status sosial—semua larut dalam satu identitas: pernah belajar di tempat yang sama, dibimbing oleh guru-guru yang sama, dan tumbuh dalam nilai yang sama.

Acara inti diisi dengan tausiyah oleh K. Ali Maimun Saedy, yang mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai sumber keberkahan hidup. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan pesan sederhana namun menggugah.

“Hidung merupakan anggota tubuh yang tidak pernah istirahat. Kalau ia berhenti sepersekian detik saja, apalagi sampai tiga menit, ya wassalam. Pernahkah kita menghitung rasa syukur kita atas semua itu?” ungkapnya, mengajak jamaah merenung tentang nikmat yang sering terlupakan.

Maos jugan

Ia juga menegaskan bahwa kebiasaan berkumpul dan bersilaturahmi bukan sekadar tradisi sosial, melainkan jalan terbukanya keberkahan. “Sering berkumpul dalam silaturahmi itu bisa memperlancar rezeki,” tambahnya, disambut anggukan para hadirin.

Di sela-sela acara, tawa kecil dan obrolan ringan terdengar di berbagai sudut. Ada yang mengenang masa mondok, ada yang membicarakan kehidupan sekarang, dan ada pula yang sekadar melepas rindu setelah sekian lama tak berjumpa.

Halal bi Halal ini juga menjadi bukti bahwa jaringan alumni Taufiqur Rahman tetap hidup dan kuat. Dari desa ke desa, dari generasi ke generasi, mereka tetap terhubung dalam satu ikatan yang tidak lekang oleh waktu.

Menjelang sore, acara ditutup dengan doa bersama. Namun, bagi para alumni, perpisahan hari itu bukanlah akhir. Ia justru menjadi pengingat bahwa selalu ada tempat untuk kembali—tempat di mana mereka pernah menjadi bagian dari sebuah keluarga besar.

Dan di sanalah, di halaman madrasah yang sederhana itu, silaturahmi terus menemukan jalannya.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form