Pemuda Bangsa: Mengabdi pada Negara


Lalampan.com. 1444. Masyarakat Indonesia masih mengidamkan menjadi abdi negara seperti menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau yang belakangan disebut Aparatur Sipil Negara (ASN), sebab dengan menjadi abdi negara tersebut semacam ada jaminan dalam segi finansial setidak setiap bulan ada jaminan keuangan yang tak mungkin tidak ada. Meskipun beragam pendapatan, hal itu tidak terlepas dari posisi dan jabatan yang sedang dilakukan oleh setiap individu yang menjadi PNS/ASN.

 

Dapat dikatakan mengabdi pada negara (menjadi PNS atau ASN) masih menjadi harapan anak semua bangsa Indonesia. Mungkin sebagian kecil yang tidak bercita-cita mengabdi pada negara. Dalam pandangan masyarakat pedesaan, mengabdi pada negara, menjadi PNS merupakan hal yang sangat fantastis dan harus diperjuangan dengan seksama, serius dan penuh tanggung jawab. Meskipun terkadang dalam formasi lowongan yang ditawarkan hanyalah sedikit, misal hanya akan menerima satu (1) orang, namun yang mendaftar atau melamar lebih dari seratus (100) orang. Tentu membutuhkan tenaga ekstra agar bisa mengeliminasi 99 orang lainnya. Tanpa bantuan langit manusia tak berdaya. Apakah ia yang terpilih adalah manusia pilihan. Ya tentu saja ia merupakan manusia pilihan dalam bidangnya.


Maos jugan

 

Terutama bagi mereka yang berpendidikan tinggi, seperti lulusan magister, pascasarjana atau bahkan yang telah mendapatkan gelar Doktor (Dr), tentu akan berupaya keras agar bisa mengabdi pada negara. Meskipun banyak juga mereka yang telah lulus S2 atau S3 bisa menjadi bagian dari instansi pemerintahan. Mengabdi pada bangsa tidak selalu harus berada di lembaga pemerintahan (menjadi ASN), masih banyak lembaga atau tempat yang bisa dijadikan tempat pengabdian. Namun jika ada kesempatan untuk menjadi bagian dari lembaga pemerintahan, seperti Kemendikbud, Kemenag atau bahkan BRIN apa salahnya mencoba.

 

Beberapa hal tentu harus anda persiapkan untuk mendaftar sebagai ASN, apalagi sekarang sudah memasuki zaman dengan tekhnologi tinggi, tentu pemerintah juga telah menyiapkan jalur-jalur dan proses pendaftaran yang sesuai dengan zamannya. Persyaratan utama untuk menjadi ASN adalah warga negara Republik Indonesia, memiliki Kartu Tanda Penduduk merupakan hak segala anak bangsa. Apakah menikah juga menjadi syarat penting. Tidak! Meskipun menikah adalah hak segala manusia. Tapi hal itu tidak menjadi persyaratan untuk calon ASN. Anda pun boleh tidak menikah selama hidup anda, meskipun telah ditetapkan sebagai Aparatul Sipil Negara, dan yang utama anda tetap menjaga nama baik instansi tersebut.

 

Persyaratan lain yang harus anda miliki adalah kesiapan mental, seperti anda memiliki sertifikat atau ijazah sesuai kualifikasi yang sedang anda perjuangkan, seperti anda tertarik berpartisipasi dalam kualifikasi penyuluhan agama di Kemenag, dengan persyaratannya adalah orang yang kompeten di bidang penyuluhan keagamaan, bukan yang ahli teknik, ahli mesin, tentu ijazahnya tidak sesuai dengan kualifikasi yang telah ditetapkan. Jika anda mengabdi pada negara, anda harus setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tidak boleh kemudian ikut paham lain yang bertentangan dengan pancasila. Serta tidak menyalahgunakan dalam penggunaan Narkoba. Semua ini harus anda tulis sebagai bentuk Surat Pernyataan bahwa anda Setia Pada NKRI, Bebas Narkoba, bersedia ditempatkan di seluruh NKRI, dan memiliki pakta integritas bahwa anda bukan anggota partai politik, tidak terlibat politik praktis, dan tentu saja pada saat anda mendaftar, anda bukan PNS.


Maos jugan

 

Jika sudah menjadi PNS, kenapa harus mendaftar lagi? Kan begitu kira-kiranya. Jika anda sudah menjadi ASN (PNS), tentu saja anda tidak bisa mendaftar lagi, kecuali anda ingin meningkatkan posisi anda ke yang lebih tinggi, untuk mendapatkan jabatang fungsional, tentu saja ini akan ada jalur khusus. Sekarang, jika ada lowongan ASN. Cobalah! Baca secara seksama semua persyaratan yang ada lalu upload sesuai tempat yang telah disediakan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak