Bahasa Madura, Bahasa untuk Mempelajari Apa Saja



Bahasa Madura, Bahasa untuk Mempelajari Apa Saja

ESAI || Ada banyak alasan orang belajar bahasa Inggris. Ada yang ingin kuliah di luar negeri, membaca buku, memahami teknologi, mencari pekerjaan, atau sekadar menikmati film tanpa bergantung pada terjemahan. Sebagian orang belajar bahasa Jerman karena tertarik pada musik, ingin bekerja di Eropa, atau membaca pemikiran para filsuf dalam bahasa aslinya. Ada pula yang belajar bahasa Mandarin, Arab, Jepang, dan bahasa lainnya karena ingin membuka pintu menuju dunia yang lebih luas.

Bahasa, dalam pengalaman itu, bukan sekadar sesuatu yang dipelajari. Bahasa adalah sesuatu yang digunakan untuk mempelajari hal-hal lain.

Lalu, bagaimana dengan bahasa Madura?

Selama ini, ketika berbicara tentang belajar bahasa Madura, kita sering membayangkan seseorang sedang mempelajari kosakata, ungkapan, tembang, cerita, atau percakapan sehari-hari. Semua itu tentu penting. Namun, barangkali ada satu kemungkinan yang belum cukup kita bayangkan: belajar bahasa Madura sebagaimana seseorang belajar bahasa apapun, yakni untuk memahami berbagai pengetahuan melalui bahasa tersebut.

Bayangkan seorang anak membuka buku bahasa Inggris. Ia membaca teks tentang planet, dinosaurus, hujan, komputer, atau kehidupan di dasar laut. Anak itu sedang belajar bahasa Inggris, tetapi isi yang dipelajarinya bukan tentang bahasa Inggris. Ia sedang menggunakan bahasa Inggris untuk memahami dunia.

Mengapa pengalaman serupa tidak dapat dihadirkan dalam pembelajaran bahasa Madura?

Seorang pemula bisa belajar bahasa Madura melalui teks sederhana tentang bagaimana hujan terbentuk. Ia bisa mendengarkan penjelasan singkat tentang tata surya, membaca berita olahraga, memahami cara kerja internet, atau mengikuti cerita tentang seorang anak yang ingin menjadi ilmuwan. Bahasanya disesuaikan dengan tingkat kemampuan pembelajar, tetapi pengetahuannya tidak harus dibatasi pada satu tema.

Di sinilah kita perlu membedakan antara belajar bahasa dan belajar menggunakan bahasa.

Ketika seseorang belajar bahasa Madura, ia memang sedang mempelajari kosakata, struktur kalimat, pelafalan, dan cara menyampaikan gagasan. Namun, setelah menguasai dasar-dasarnya, ia semestinya dapat menggunakan bahasa tersebut untuk membaca, mendengar, berbicara, dan menulis tentang berbagai hal.

Bahasa Madura tidak harus selalu menjadi topik pembicaraan dalam pelajaran bahasa Madura. Sebagaimana orang belajar bahasa Inggris tidak harus terus-menerus membaca tentang Inggris, pembelajar bahasa Madura juga tidak harus selalu membaca tentang Madura.

Mereka bisa belajar tentang bintang, makanan, olahraga, kesehatan, teknologi, perjalanan, atau kehidupan sehari-hari. Yang membuat materi itu menjadi pembelajaran bahasa Madura adalah bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pengetahuan tersebut.

Tentu, ada persoalan praktis. Kita perlu menyediakan teks yang sesuai dengan tingkat kemampuan pembelajar. Kita perlu audio, dialog, bacaan, latihan, dan materi yang tersusun secara bertahap. Seorang pemula tidak mungkin langsung membaca artikel ilmiah yang panjang dengan kosakata yang rumit. Bahkan orang yang belajar bahasa Inggris pun tidak memulai perjalanan dengan membaca jurnal fisika kuantum. Tidak perlu menyiksa pemula dengan cara yang begitu kreatif.

Karena itu, pembelajaran bahasa Madura dapat dimulai dari level sederhana. Pada tingkat A1, peserta belajar memahami kalimat pendek dan percakapan dasar. Pada tingkat A2, mereka mulai membaca teks yang sedikit lebih panjang, memahami informasi, dan menulis paragraf sederhana. Materi berkembang bersama kemampuan bahasa mereka.

Kita juga dapat menggunakan lagu, video, cerita, dan berita sebagai bagian dari pengalaman belajar. Lagu tidak harus menjadi lagu anak-anak hanya karena kosakatanya sederhana. Sebuah lagu rock dengan lirik A1 tetap bisa menjadi materi yang menarik bagi pemula dewasa. Bahasa yang sederhana tidak harus disajikan dengan pengalaman yang sederhana pula.

Mungkin inilah cara kita mulai membayangkan bahasa Madura dalam ruang pembelajaran yang lebih luas. Bukan hanya sebagai bahasa yang digunakan untuk berbicara dengan orang Madura, tetapi juga sebagai bahasa yang dapat digunakan untuk membaca, memahami, dan menyampaikan berbagai pengetahuan.

Seseorang bisa belajar bahasa Madura karena ingin berkomunikasi dengan keluarga atau teman. Orang lain mungkin tertarik karena ingin membaca cerita. Ada pula yang ingin belajar karena menyukai musik, atau sekadar penasaran dengan bahasa yang belum pernah ia pelajari sebelumnya.

Semua alasan itu sah.

Tidak perlu terlebih dahulu memiliki hubungan tertentu dengan Madura untuk mulai belajar bahasa Madura. Sebagaimana seseorang dapat belajar bahasa Jerman tanpa menjadi orang Jerman, siapa pun semestinya dapat mempelajari bahasa Madura tanpa harus menjadi orang Madura.

Pada akhirnya, mungkin kita perlu membayangkan bahasa Madura bukan hanya sebagai bahasa yang dipelajari, tetapi juga sebagai bahasa yang bisa dipakai untuk mempelajari apa saja.

Bahasa yang dapat digunakan untuk membaca pengetahuan, menikmati cerita, memahami informasi, dan menyampaikan pikiran.

Sebab sebuah bahasa akan terasa lebih terbuka ketika seseorang tidak hanya belajar bagaimana menggunakannya, tetapi juga menemukan bahwa melalui bahasa itu, ia dapat memahami dunia yang lebih luas.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form