Sajak: Catatan Kecil Seorang Guru




Catatan Kecil Seorang Guru

 

Dalam kehampaan tanpa tepi

Aku tetap berdiri

 

Kalian tetap ku dengarkan

Meski harus mengubur emosi yang tak bisa tersembunyi,

Nafasku tetap merindukan kalian.

 

Keterpurukan, teraniaya , kalian tau pasti akan ku temani

 

Saat aku sendiri

Dalam hidupku

Teringat pada janji yang mengikat

 

Berdiriku hanya sekejab

Sepenuh hati aku bertindak

Dengan segala kepedulian

 

Siang, malam silih berganti

Sedih tiada arti

 

Hanya kaulah sandaran hati

Hanya kaulah yang kutuju

Dengan memegang erat tanganku dan membimbing langlah kakiku

 

Untuk membersamai mereka dalam segala prosenya

 

 

 

***

Catatan Kecil Seorang Guru

 

Di dalam laci meja yang sudah tua,

terselip namamu, masih ku eja.

Bukan nilai yang ku banggakan,

tapi semangatmu yang tak pernah padam.

 

Aku datang sebelum fajar menyapa,

menghapus papan yang penuh debu dan cerita.

Kapur di tanganku bukan sekadar putih,

ia adalah cahaya, agar kau tak lagi perih.

 

Tak banyak yang ku punya, Nak,

hanya doa yang ku selip di setiap langkahmu.

Jika suatu hari kau menjadi apa,

jangan lupakan, pernah ada aku yang percaya.

 

Di catatan kecil ini ku tulis pelan:

_“Jadilah manusia, sebelum menjadi apa-apa.”_

_“Pintar itu penting, tapi jujur jauh lebih hebat.”_

 

Jika kelak gunung Situbondo tak lagi kau lihat,

dan kau pergi jauh merantau,

ingatlah,

pernah ada seorang guru di Batang-Batang,

yang menitipkan namamu pada langit, setiap waktu.

 

--

 

> Ya Rabb, titipkan ilmu ini menjadi amal jariyah

> Di setiap huruf yang ia baca, ada pahala untukku

> Aku tak minta dikenang sebagai yang hebat

> Cukuplah kelak ia sebut namaku dalam doanya

 

> _“Sampaikan walau satu ayat”_

> Itu yang ku pegang setiap pagi

> Di balik papan tulis yang berdebu

> Ada rindu agar kau mengenal Tuhanmu lebih dulu.

 

> Nilai mu mungkin tak selalu 100,

> tapi akhlakmu harus selalu berusaha 100.

>

> Selamat Hari Guru.

> Terima kasih sudah mau belajar, meski aku tak sempurna mengajar.

 

 

***

 

Catatan Kecil Seorang Guru

BY: Sumrawi (Rowi Elhamzi)

 

 

 

Dalam kehampaan tanpa tepi 

Aku tetap berdiri

Kalian tetap ku dengarkan

Meski harus mengubur emosi 

Yang tak bisa tersembunyi, 

Nafasku tetap merindukan kalian. 

 

 

 

Keterpurukan, teraniaya

 kalian tau pasti akan ku temani

 

 

Saat aku sendiri Dalam hidupku

Teringat pada janji yang mengikat

Berdiriku hanya sekejab

Sepenuh hati aku bertindak

Dengan segala kepedulian

 

 

Siang, malam silih berganti

Sedih tiada arti

 

 

Padamulah Tempat Hati Bersandar ,Hanya kaulah yang kutuju

Dengan memegang erat tanganku dan membimbing langkah kakiku

Untuk membersamai mereka dalam segala prosenya.


Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form