Tujuh Hal yang Sebaiknya Dipikirkan Negara

Cara Memajukan negara miskin jadi kaya.


Tujuh Hal yang Sebaiknya Dipikirkan Negara

Kadang-kadang saya berpikir, negara ini sebenarnya tidak kekurangan pekerjaan. Justru sebaliknya, pekerjaan terlalu banyak. Ada begitu banyak urusan yang ingin diatur, dibangun, diperbaiki, diluncurkan, direvitalisasi, ditransformasi, dan tentu saja diberi nama program yang panjangnya bisa mengalahkan judul skripsi.

Padahal, kalau dipikir sederhana, kehidupan sebuah negara sebenarnya tidak serumit itu.

Ada beberapa hal pokok yang menentukan apakah masyarakatnya bisa hidup dengan baik atau tidak. Kalau hal-hal pokok itu maju, banyak persoalan lain perlahan ikut bergerak. Karena itu, pembangunan negara mungkin bisa lebih sederhana kalau konsentrasi utamanya diarahkan pada tujuh bidang saja: pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, ekonomi dan lapangan kerja, infrastruktur, hukum dan keadilan, lingkungan hidup, serta teknologi dan inovasi.

Bukan berarti bidang lain tidak penting. Justru tujuh bidang ini bisa menjadi semacam rumah besar tempat berbagai urusan lain tinggal di dalamnya.

Pertama: Pendidikan dan Kebudayaan, termasuk agama.

Kalau ingin melihat masa depan sebuah negara, mungkin cara paling mudah adalah melihat bagaimana negara itu mendidik anak-anaknya.

Pendidikan bukan hanya soal sekolah, ijazah, nilai, atau berapa banyak orang yang lulus. Pendidikan adalah cara sebuah masyarakat menyiapkan manusia untuk menghadapi kehidupan.

Di dalamnya ada pengetahuan, keterampilan, karakter, kebudayaan, bahasa, sejarah, dan nilai-nilai kehidupan. Agama juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bagi masyarakat yang religius, pendidikan agama bukan sekadar tambahan pelajaran, tetapi bagian dari cara manusia memahami kehidupan dan hubungannya dengan sesama.

Karena itu, pendidikan seharusnya membuat manusia semakin mampu berpikir, bukan sekadar semakin banyak menghafal. Kebudayaan membuat manusia tahu dari mana ia berasal. Agama membantu banyak orang menemukan orientasi moral dalam kehidupannya.

Kalau tiga hal ini berjalan dengan baik, negara sebenarnya sudah melakukan investasi yang sangat panjang. Hasilnya memang tidak selalu bisa dipanen dalam satu tahun anggaran. Namanya juga manusia, bukan jagung.

Kedua: Kesehatan.

Manusia yang sudah sekolah tinggi tetapi sakit-sakitan tentu tidak bisa bekerja secara optimal. Begitu pula masyarakat yang ekonominya tumbuh tetapi anak-anaknya kekurangan gizi.

Karena itu kesehatan seharusnya menjadi urusan sejak manusia belum lahir sampai usia lanjut. Kesehatan ibu dan anak, gizi, air bersih, sanitasi, lingkungan sehat, pencegahan penyakit, tenaga kesehatan, puskesmas, rumah sakit, semuanya saling berhubungan.

Kesehatan juga bukan hanya soal mengobati orang sakit. Negara yang serius membangun kesehatan justru berusaha agar masyarakat tidak mudah sakit.

Ada hal sederhana yang sering terlupakan: manusia yang sehat dapat belajar lebih baik, bekerja lebih produktif, mengurus keluarga, dan menikmati kehidupan. Jadi, membangun kesehatan sebenarnya juga membangun manusia dan ekonomi sekaligus.

Ketiga: Ekonomi dan Lapangan Kerja.

Setelah manusia dididik dan dijaga kesehatannya, muncul pertanyaan yang sangat membumi: bekerja di mana?

Ekonomi yang baik bukan hanya tentang angka pertumbuhan. Bagi masyarakat biasa, ekonomi terasa ketika ada pekerjaan, usaha bisa berjalan, pendapatan cukup, harga kebutuhan masuk akal, dan orang mempunyai kesempatan memperbaiki kehidupannya.

Karena itu negara perlu memperhatikan industri, pertanian, perikanan, perdagangan, UMKM, ekonomi kreatif, jasa, dan berbagai bentuk pekerjaan baru yang muncul bersama perubahan zaman.

Pekerjaan bukan hanya menghasilkan uang. Pekerjaan memberikan kemandirian. Ia membuat seseorang memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan atas hidupnya sendiri.

Maka pertumbuhan ekonomi yang tidak membuka cukup ruang bagi manusia untuk bekerja dan berkembang akan terasa jauh berbeda dengan pertumbuhan yang benar-benar masuk ke kehidupan masyarakat.

Keempat: Infrastruktur.

Manusia boleh punya kemampuan luar biasa, tetapi kalau jalan rusak, transportasi sulit, listrik tidak stabil, air bersih terbatas, dan koneksi internet seperti sedang bernegosiasi dengan alam, semuanya menjadi lebih sulit.

Infrastruktur sebenarnya adalah penghubung.

Jalan menghubungkan petani dengan pasar. Pelabuhan menghubungkan daerah dengan dunia luar. Transportasi menghubungkan pekerja dengan tempat kerja. Internet menghubungkan pelaku usaha dengan konsumen. Air dan sanitasi menopang kesehatan.

Karena itu infrastruktur bukan sekadar beton, aspal, gedung, dan jembatan. Infrastruktur adalah cara negara memperpendek jarak antara manusia dan kesempatan.

Kelima: Hukum dan Keadilan.

Ini mungkin bidang yang tidak terlalu ramai dibicarakan ketika suasana sedang senang. Tetapi ketika hukum tidak berjalan, hampir semua orang tiba-tiba menjadi sangat tertarik pada hukum.

Masyarakat membutuhkan aturan yang jelas dan berlaku secara konsisten. Orang membutuhkan kepastian bahwa haknya dilindungi, kontraknya dihormati, sengketanya dapat diselesaikan, dan ia mendapatkan perlakuan yang adil.

Hukum yang baik bukan hanya soal menghukum orang yang bersalah. Ia juga soal mencegah kesewenang-wenangan dan memberikan kepastian bagi masyarakat.

Ekonomi membutuhkan hukum. Pendidikan membutuhkan hukum. Investasi membutuhkan hukum. Bahkan kehidupan sehari-hari membutuhkan hukum, meskipun kita biasanya baru mengingatnya ketika masalah sudah datang mengetuk pintu.

Keenam: Lingkungan Hidup.

Ada satu hal yang sering dilupakan dalam pembicaraan tentang pembangunan: semua pembangunan itu berlangsung di planet yang sama.

Tanah, air, laut, hutan, udara, dan keanekaragaman hayati bukan dekorasi. Semuanya adalah bagian dari kehidupan.

Petani membutuhkan tanah dan air. Nelayan membutuhkan laut yang sehat. Kota membutuhkan udara yang layak. Masyarakat membutuhkan lingkungan yang tidak berubah menjadi tempat penampungan masalah pembangunan.

Karena itu pembangunan ekonomi tidak boleh membuat lingkungan membayar seluruh tagihannya.

Menjaga lingkungan bukan berarti menghentikan pembangunan. Justru sebaliknya, lingkungan yang sehat merupakan syarat agar pembangunan bisa berlangsung lebih lama.

Ketujuh: Teknologi dan Inovasi.

Dunia bergerak cepat. Kalau negara hanya menjadi pengguna teknologi, lama-lama ia akan selalu membeli kemampuan dari orang lain.

Teknologi seharusnya tidak berhenti pada penggunaan perangkat digital. Yang lebih penting adalah kemampuan menciptakan pengetahuan, melakukan penelitian, menghasilkan inovasi, dan mengubah pengetahuan menjadi sesuatu yang berguna.

Teknologi bisa membantu petani, dokter, guru, pengusaha, pemerintah, bahkan masyarakat desa. Tetapi teknologi yang paling penting bukan sekadar teknologi yang paling canggih. Teknologi yang penting adalah teknologi yang benar-benar menyelesaikan masalah manusia.

Pada akhirnya, tujuh bidang ini sebenarnya tidak berdiri sendiri.

Pendidikan menghasilkan manusia yang mampu berpikir. Kesehatan menjaga manusia tetap produktif. Ekonomi menyediakan pekerjaan. Infrastruktur membuka jalan bagi aktivitas masyarakat. Hukum menjaga kepastian dan keadilan. Lingkungan menjaga kehidupan tetap berlangsung. Teknologi mempercepat semuanya.

Mungkin pembangunan negara memang tidak perlu selalu terlihat rumit.

Kita bisa membayangkan negara sebagai sebuah rumah. Pendidikan dan kebudayaan membentuk manusianya. Kesehatan menjaga penghuninya. Ekonomi memberi mereka penghidupan. Infrastruktur membuat rumah itu bisa diakses. Hukum menjaga aturan hidup bersama. Lingkungan menyediakan tempat hidup. Teknologi membantu rumah itu terus berkembang.

Tujuh bidang saja.

Bukan karena dunia hanya memiliki tujuh masalah. Dunia jelas lebih kreatif daripada itu. Tetapi karena negara mungkin perlu sesekali berhenti menambah daftar pekerjaan dan mulai memastikan pekerjaan-pekerjaan yang paling penting benar-benar selesai.

Pada akhirnya, ukuran kemajuan mungkin bukan seberapa banyak program yang berhasil dibuat. Mungkin pertanyaan yang lebih sederhana adalah: apakah manusianya semakin pintar, semakin sehat, semakin sejahtera, semakin aman, semakin adil, hidup di lingkungan yang lebih baik, dan semakin mampu menciptakan masa depannya sendiri?

Kalau jawabannya bergerak ke arah itu, pembangunan mungkin sedang berjalan di jalan yang benar. Dan untuk sekali ini, manusia tidak perlu membuat istilah baru yang terdiri dari sebelas kata untuk menjelaskannya.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form