Dedikasi Nakes di Balik Ramainya Idul Khotmi Al-Amien Prenduan

al-amien.ac.id

Dedikasi Nakes di Balik Ramainya Idul Khotmil Al-Amien Prenduan

Lalampan.com. 1448. Di tengah semarak pelaksanaan Idul Khotmi Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jum’at hingga Minggu (17-19 Juli), ada satu kelompok yang bekerja tanpa banyak sorotan, yakni para tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di berbagai pos pelayanan kesehatan.

Nakes gabungan yang berasal dari sejumlah puskesmas serta beberapa rumah sakit di Kabupaten Sumenep menjadi garda terdepan dalam memastikan kesehatan para jamaah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka bertugas secara bergiliran, bahkan nyaris selama 24 jam, untuk memberikan pelayanan kesehatan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Posko utama yang berada tepat di belakang lokasi acara menjadi titik pelayanan yang cukup ramai dikunjungi. Letaknya yang berada di jantung kegiatan membuat banyak jamaah memilih memeriksakan kondisi kesehatannya usai mengikuti rangkaian acara Idul Khotmil.

Berbagai layanan diberikan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah (tensi), konsultasi kesehatan, hingga penanganan berbagai keluhan ringan. Sebagian besar jamaah datang untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap prima di tengah padatnya aktivitas selama mengikuti kegiatan.

Selain posko utama, sejumlah pos kesehatan yang ditempatkan di berbagai titik oleh Puskesmas Pragaan juga memberikan pelayanan secara optimal. Pos-pos tersebut menangani jamaah dengan kondisi yang memerlukan penanganan lebih serius, seperti diare, sesak napas, hingga dugaan serangan stroke. Kesigapan tenaga kesehatan di setiap pos memungkinkan pasien mendapatkan penanganan awal secara cepat sebelum dirujuk apabila diperlukan.

Dengan ribuan jamaah yang hadir dari berbagai penjuru Indonesia, keberadaan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Idul Khotmi. Meski bekerja di balik layar dan jarang mendapat sorotan, dedikasi mereka menjadi salah satu faktor yang membuat seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan nyaman.

Kesigapan para nakes menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah kegiatan berskala besar tidak hanya ditopang oleh panitia dan peserta, tetapi juga oleh para tenaga kesehatan yang dengan penuh tanggung jawab terus siaga memberikan pelayanan bagi siapa pun yang membutuhkan. (lalampan.com)

Sekilas tentang apa itu Idul Khotmi (Saifullah NUJatim)

Idul Khotmi lil Qutbil Maktum Syeikh Ahmad At-Tijani adalah tradisi tahunan yang biasa diadakan sebagai perayaan murid Tijaniyah. Tradisi tersebut dilaksanakan dalam rangka hari pengangkatan Syekh Tijani sebagai wali khatm atau al-quthb al-maktum. Kegiatan yang diadakan setiap tanggal 18 Shafar tersebut merupakan puncak ijtima’ kaum Tijaniyah seluruh Indonesia. Dilaksanakan bersifat nasional berdasar restu sesepuh muqaddam tingkat nasional. Sementara tempatnya bergiliran di tempat-tempat yang ada di Tanah Air. Tradisi ini untuk pertama kalinya secara berturut-turut diadakan di Desa Betoyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada tahun 1979, 1980 dan 1981 M. Selanjutnya dilaksanakan secara bergiliran di sejumlah kota di Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan Bali. Asal-usul sejarah berdirinya Idul Khotmi Tarekat Tijaniyah tidak lepas dari peran sejumlah muqaddam yaitu KH Umar Baidhawi (Surabaya) sebagai pendirinya berdasarkan usulan dari dua muqaddam yaitu KH Badri Mashduqi (Kraksaan Probolinggo) dan KH Mohammad Tijani Jauhari (Prenduan Sumenep).


Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form