Penerimaan Buku Sastera Untuk Rancagé


Rancagé-2022. Tahun ini Yayasan Kebudayaan Rancagé kembali membuka kesempatan kepada seluruh penulis berbahasa daerah untuk mengirimkan buku terbaiknya yang berupa karya tulis fiksi, seperti puisi, cerpen dan novel dalam buku berbahasa daerah. Yayasan Kebudayaan Rancagé telah memberikan hadiah kepada penulis-penulis buku berbahasa daerah sejak 1989, yang diberikan langsung oleh Bapak Ajib Rosidi, hingga sekarang sudah 34 tahun, Yayasan Kebudayaan Rancagé memberikan hadiah yang membawa dampak kebangkitan sastera daerah. 

Yayasan Kebudayaan Rancagé telah memberikan hadiah sastera kepada penulis dari berbagai bahasa, mulai dari bahasa Jawa, Sunda, Bali, Lampung, Batak, Banjar hingga Madura. Untuk Sastera Bahasa Madura sendiri baru mendapatkan hadiah sastera Rancagè pada tahun 2020 atas buku “Kerrong ka Omba” karya Mat Toyu (kelahiran Sumenep), 2021 diberikan pada Lukman Hakim Ag, atas bukunya yang berjudul Sagara Aeng Mata Ojan, tahun 2022 kembali pada Mat Toyu atas karyanya, Ngejung.

Penganugerahan ini diberikan di awal tahun, seperti dalam tiga tahun terakhir ini, yaitu pada bulan Januari, dan buku-buku yang akan dinilai tiba di Yayasan Kebudayaan Rancagé minimal pada akhir bulan November tahun sebelumnya. Seperti sekarang ini, sudah saatnya sastera Madura kembali mengirimkan buku-buku sastera berbahasa Maduranya sebelum November 2022 berakhir. Persyaratan buku, ketentuan penilaian bisa diperhatikan di bawah ini.

Berikut ketentuan penerimaan buku yang terbit tahun 2022 untuk penilaian Hadiah Sastera Rancagé tahun 2023.

(1) Kami akan selalu berupaya untuk mencatat, menyimpan, dan membaca semua buku dalam bahasa daérah setiap tahun. Hadiah Rancagé hanya diberikan untuk katégori buku fiksi yang ditulis perorangan, tetapi bukan berarti kami tidak menelaah buku-buku lainnya. 

(2) Terdapat beberapa buku yang baru diketahui setelah hadiah Rancagé diumumkan, atau karena penulis dan penerbit terlambat mengirimkannya kepada kami. Untuk kasus seperti ini, kami akan menilai buku tersebut pada tahun berikutnya. Mulai tahun 2020, penerimaan buku akan ditutup pada tanggal 30 Novémber. Buku-buku yang kami peroleh setelah tanggal tersebut akan dimasukkan pada penilaian berikutnya.

(3) Jenis buku yang untuk penilaian hadiah Rancagé adalah karya fiksi, yaitu prosa (kumpulan cerpén, novél/roman), puisi (sajak, dangding/guguritan), dan cerita anak-anak (khusus untuk sastera Sunda). 

(4) Buku ditulis dalam bahasa ibu (daérah) seperti bahasa Sunda, Jawa, Bali, Batak, Banjar, Lampung, Madura, dan sebagainya. Buku ditulis oleh satu pengarang, bukan antologi atau bunga rampai. Buku memenuhi kaidah-kaidah penerbitan, yaitu memiliki ISBN dan tertera pada laman http://isbn.perpusnas.go.id. 

(5) Ketebalan buku minimal 40 halaman. Buku dapat berupa POD (Print on Demand), tetapi tidak semata-mata dicetak untuk penilaian hadiah Rancagé.

(6) Juri akan menilai sekurang-kurangnya 3 (tiga) judul karya untuk masing-masing sastera daérah dan ditulis oléh 3 (tiga) pengarang. Apabila dalam satu tahun hanya terbit satu atau dua buku, maka buku tersebut akan disertakan pada penilaian tahun berikutnya.

(7) Buku untuk penilaian hadiah Rancagé tahun 2023, dikirim sebanyak 3 (tiga) éksemplar ke alamat: Sékrétariat Yayasan Kebudayaan Rancagé, Jl. Garut No. 2, Kel. Kacapiring, Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat, 40265.

Semoga Sastera Daerah terus tumbuh dan berkembang.

mat toyu saat menerima hadiah sastera rancagè 2022 di Bandung, Jawa Barat

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama