Ibu-ibu Berdiri di atas Pick-up, Disitulah Visi Kebudayaan Dibangun

 

Ibu-ibu Berdiri di Atas Pick-up, Disitulah Visi Kebudayaan Dibangun

LALAMPAN. 2022. LESBUMI-PCNU (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama) Sumenep mengadakan kegiatan Festival Sapparan Budaya yang berlangsung sejak tanggal 17 – 19 September 2022 yang bertempat di Gedung Islamic Centre Bindara Saod, Batoan Sumenep Madura, disebut Sapparan, karena dilaksanakan pada bulan Sappar yaitu bulan kedua dalam kalender hijriyah.

Kegiatan Festival Sapparan merupakan pengembangan dari kegiatan malem Salekoran Lesmbumi PCNU Sumenep, yang mana setiap malam tanggal salekor (21) mengadakan diskusi (pacapa) kebudayaan, seperti yang dilaksanakan di beberapa lesbumi Ambunten, Pasongsongan, Gapura dan atau bertempat di gedung PCNU itu sendiri. Untuk Festival Sapparan sendiri merupakan agenda tahunan, kegiatan ini juga merupakan wadah untuk seluruh Lesbumi seluruh kabupaten Sumenep.

Dalam sambutannya, K Homaidy menyampaikan bahwa kegiatan Festival Kebudayaan akan terus berlangsung setiap tahun. “Semoga selalu diberi kesehatan dan kekuatan, agar kami bisa selalu menjadi wadah agar kreatifitas masyarakat Sumenep, yang notabene Masyarakat NU, bisa berkembang, seperti Pojiyan, Macapat Kalenengan dan lain sebagainya.”

Dalam Festival Sapparan Budaya,  yang berlangsung sejak malam minggu (tanggal 17 September) selain menampilkan Pojian, Macapat Kalennengan, juga mendatangkan Neng Inayah Wulandari Wahid, di malam itu juga datang perwakilan bupati Sumenep, Perwakilan dari Gubernur Jawa Timur. Kiai Faizi dan Ra Mamak juga menghadiri acara Festival Sapparan Budaya.

Di malam pembukaan tersebut, Neng Inayah Wulandari Wahid menyampaikan orasi “Peradaban tidak akan pernah ada tanpa kebudayaan dan yang lebih penting, yang berada di garis terdepan adalah pelaku kebudayaan.” Tutur dengan tegas Sekretaris Lebumi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Menurutnya bahwa ibu-ibu yang tetap bersedia mendongengkan (cerita rakyat, legenda) pada anaknya sebelum tidur adalah yang terdepan dalam membangun kebudayaan. Juga ibu-ibu yang berdiri di atas pikc-up sepulang dari mengikuti pengajian, dari hal seperti itulah, visi kebudayaan dibangun dan peradaban dimulai. Jangan pernah berhenti, terus bangun kebudayaan. Tegasnya dalam orasinya.

Festival Sapparan Budaya, selain menghadirkan Neng Inayah Wulandari Wahid, juga menghadirkan K.H Jadul Maula, Halim HD sebagai pemateri seminar budaya pada hari Ahad, 18 September 2022. Dalam Festival Sapparan Budaya ini, juga ada pasar rakyat, seperti pameran lukisan, buku sastra bahasa Madura dan lain sebagainya. Puncak acara Sapparan akan berlangsung pada Senin (malam selasa) jam 19.00 dengan berbagai macam pertunjukan, seperti Gambus Al-farabi, Tarian Sufi, Musik Dabur dan panggung puisi Muslimin Indonesia.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama