77 tahun Indonesia Merdeka

logo HUT RI dari tahun 2009-2014

Sekarang bulan September, satu bulan setelah peringatan Indonesia merdeka, dalam beberapa tahun terakhir, banyak sekali isu kebangkitan PKI, ini biasanya yak arena untuk memperingati G 30 S PKI (Gerakan 30 September yang ditengarai dilakukan oleh PKI) namun Alhamdulillah tahun ini tidak seramai tahun-tahun itu. saya sebagai penulis tidak tahu menahu soal PKI dan antek-anteknya. 

Bangsa sudah berusia tujuh puluh tujuh (77) dan saya melihat perbedaan yang signifikan dalam pembuatan logo dalam dari setiap tahunnya. Terhitung sejak 2004 atau dalam peringatan HUT RI ke 59. Angka 59 berwarna merah dengan latar putih dengan ornament serupa benderah merah putih berkibar empat biji serta ada tulisan setengah melingkar dari belakang 9 hingga di bawah ujung 5, tulisan itu berupa “KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA.” 

Sedangkan sejak 2005 dalam peringatan HUT RI ke 60 hingga 69 (2005-2014) angkanya berwarna merah dengan latar merah, dan  tulisan setengah lingkaran di bawah tulisan tersebut. pada usia 60 ada tambahan satu benderah merah putih, pada 61 ada dua bendera, pada 62 (2007) ada tiga bendera, pada 63 ada empat bendera, pada 64 ada lima bendera, pada 65 (2010) ada enam bendera, pada 66 (2011) ada tujuh bendera, namun pada peringatan HUT RI ke 67 angka dan warna tetap sama namun bendera hanya bergambar tiga saja.  Selebihnya anda bisa melihat gambar di atas.

Sedangkan dari 2015 hingga 2020 yakni dari usia tujuh 70 sampai usia 75 bentuk logo HUT RI cukup dinamis dan penuh dengan perubahan. Anda bisa melihat sendiri di yang nampak di gambar, namun yang lebih dinamis adalah jargonnya setiap tahun yang berubah, sejak 2015, yang sepertinya sejak Jokowi dilantik adalah Kerja. Pada peringatan HUT RI ke 70 jargon yang keluar adalah Ayo Kerja, sedangkan pada usia ke 71 berubah menjadi “Kerja Nyata”, pada usia ke 72 (2017) berubah lag menjadi  “Indonesia Kerja Bersama” pada usia ke 73 “Kerja Kita Prestasi Bangsa” pada usia ke 74 “Menuju Indonesia Unggul” sedang pada usia 75 seakan-akan menjadi puncaknya adalah dengan jargon “Indonesia Maju.” 

Sayangnya pada tahun 2020 badai pandemic menghantam dunia dan Indonesia juga terdampak pandemik sehingga menyebabkan peradaban runtuh seketika. Segala upaya telah pemerintah lakukan, mulai dari mencongkel hidung dan beragam lainnya. Pandemic memang sangat mengejutkan karena tidak pernah ada, banyak orang yang kemudian baru meraba-raba, membaca-baca dan lain sebagainya.

Begitulah ra-kira kondisi bangsa ini pasca pandemic. Masih banyak persoalan yang harus dibenahi. Hukum, pendidikan dan kebudayaan seperti meronta-ronta untuk mendapatkan perhatian khusus agar segera menjadi suatu tanda yang menyehatkan bangsa ini. Selain harga BBM yang naik, serta degradasi moral, juga koruptor yang hukumannya mendapatkan keringanan. Sungguh tragedi dalam negeri ini sangat merisaukan. Kita tidak tahu, mengapa mereka dapat remisi hukum. Apakah bangsa ini layak dikagumi dan dipuja-puja bangsa jika tetap konsisten dengan pola hukum yang macam begitu. Belum lagi persoalan kalang kabut. Kekerasn senioritas masih mewarnai dinamika pendidikan kita. Sungguh tragis!

Semoga dengan semboyan yang paling akhir, Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat, Indonesia lebih berani, punya keberanian, tegas dan tegak seadil-adilnya sehingga tidak berat sebelah, tidak tumpul ke atas, selalu dan benar-benar memperhatikan rakyat kecil yang disebutnya sebagai wong cilik. Tahun 2022 ini harus jadi momentum kebangkitan Indonesia untuk segera maju, memperbaiki segala lini persoalan yang sangat ruwet, ruwet, dan ruwet!

logo HUT RI dari 2015-2020

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama