Puisi Rowi El-Hamzi





Meniup Bumi, Langit Bergetar

Malulah terhadap permintaanmu yg beragam yg sering kau panjatkan demi memohon kesejahteraan hidup dan kenyamanan kondisi kehidupan
Sedangkan dilain sisi dirimu melupakan doa yg seharusnya kau dahulukan
Karena dapat menghambat keterkabulan bahkan bisa menempatkan seseorang keatas puncak penderitaan

Utamakan beristighfar dari dosa dan kesalahan
Bukankah pengampunan adalah hal yg utama dan terutama yg harus kau panjatkan melebihi permintaan apapun
Sedangkan setiap saat dari hari hari kehidupanmu seringkali hanya dipergunakan untuk menambah dan menumpuk numpuk kesalahan

24 Agustus-2022

Demi Masa Yang Berluka

Waktu tidak hanya untuk melayanimu saja
Makanya ia selalu terburu buru
Dan harus terus menerus berlari
Diantara kejar kejaran yang dilakukan Siang dan malam

Seakan tak pernah lelah
Waktu melaju kencang sambil menyeretmu melewati lorong lorong kehidupan
Mendaki usia
Menuruni masa dari jatah umur

Setiap fajar menyebar rona
Setiap mentari berangkat keperaduan
Engkau sejatinya didorong mendekat kearah gerbang kematian

Tanpa atau dengan sadar
Masa aktif hidupmu semakin menipis

Dan engkau selalu dikelabuhi keinginan
Dibohongi angan angan
Dari pergerakan waktu yg tak mengenal pemberhentian

Engkau merasa ajalmu masih belum tampak dikejauhan
Seakan batasnya berada diujung akhir kehancuran alam

Lalai dan lalai 
Akibat mengejar impian
Dikendalikan ketidaksadaran berburu kesuksesan

27-08-2022

Lezat di Bibir, Tak Sesap Meresap

Mungkin daging itu terasa lezat
Hingga setiap hari dicabik
Sebagai bahan komsumsi 

Terasa sedap
Dari bibir ke bibir berlumur
Mengunyah 
Dengan lahap

Tanpa jenuh
Ghibah terus berkembang biak
Keseluruh penjuru dunia
Menggunakan media mulut ke mulut

Larangan sudah tak mempan
Semakin dilarang semakin terasa garing
Dalam lidah yg nakal

Memakan daging sesama
Sudah menjadi trend kehidupan
Ya itulah kanibalisme tidak langsung 
Dalam ruang lingkup rasan rasan

Mungkin semua kita adalah penikmatnya
Namun masih ngotot apabila dikatakan tidak bermoral
Demi sebuah pengkuan 
Menjadi penganut agama yg taat
Tetapi kenyataannya adalah pemakan bangkai sesama.

Madura, 2022

Duit, Dunia, Dosa

Standar kesuksesan secara paten dikonotasikan berdasar ukuran financial
Sukses selalu diidentikan dengan jumlah kekayaan

Dimana mana
Entah apapun profesinya 
Ukuran suksesnya tetap seberapa besar aset dan uang yg dimilikinya

Satu doktrin yg telah ditancapkan sangat dalam kedalam pola pikir oleh matrealisme hingga menjadi faham acuan tetap kesuksesan 

Mata duitan
Jadilah manusia zombi zombi pemburu yg apabila tidak ditemukan keberadaan uang matanya lantas menjadi buta
Lemas tak berdaya
Dan mata itu akan terbuka sangat lebar melebihi besar kepalanya saat tumpukan uang sudah dihadapannya
Persis mata si Brutus saat melihat olif lewat di depannya

Buka mata lebar lebar
Selebar dunia
Dan selamat mengejar kesuksesan.

Madura, 2022


Aku Mencari Setitik tmTanya

Berawal dari lubang
Berakhir pun pasti kedalam lubang

Gerbang demi gerbang dilalui 
Mati dua kali
Hidup juga akan dua kali
Setelahnya
Baru kita akan abadi

Manusia
Tentang kemunculan dan kepergiannya
Terkungkung ruang yang sangat sempit
Dengan gerak terbatas
Terapit di antara dinding tebal
Dalam lingkup kekuasaan yang tidak terjangkau

Manusia
Terjebak dalam ruang kehidupan 
Laksana berada dalam selang air
Dengan segala pengawasan

Manusia takkan mampu keluar dari semua itu

Sebuah pertanda
Begitu lemahnya manusia tanpa setitik pun daya

Gua kehidupan membatasi gerak kita
Buat apa bersusah payah memperlebar ruang geraknya
Toh seluas apapun ruang kehidupan dibangun 
Ukuran gerbang kembalinya semua sama.

Rowi El-Hamzi seorang bos cabe rawet dari kawasan Timur Laut, Juru Kunci Gindhaga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama