Puisi Rowi El-Hamzi



Puisi Rowi El-Hamzi


Hidup Tak Mati

 

Manusia terus menerus diburu oleh waktu

Digiring sedemikian rupa tanpa sedetikpun lepas dari pengawasan

 

Mereka

Diarahkan kesatu titik pelarian

Untuk disergap

Oleh kematian

 

Semakin bertambah masa hidup

Akan semakin dekat ke pintu gerbang ajal

Tetapi kebanyakan mereka lupa akan waktu yg tersisa

Seakan merasa baru dilahirkan

Dan seakan pengejaran yg dilakukan oleh waktu terasa akan panjang dalam perkiraan

 

Hidup sepertinya tidur nyenyak dalam impian indah dan harapan menjanjikan

Hingga harus kematian yg menggugahnya untuk sadar

 

Walaupun waktu berpacu dalam berburu mereka

Namun sepertinya mereka begitu tenang seakan tak terjadi apa apa

 

 

Madura, 2022

 

 

Kemerdekaan Semu

 

Sampai hari ini kita belum benar benar merdeka

Bangsa ini masih saja tetap tertindas

Tertindas kebijakan global

Serta diperparah oleh penindasan orang orang kita sendiri yg menjadi oknum anti kemerdekaan

 

Kemerdekaan ambigu

Tegak diatas tiang penindasan bertopeng

Yg berkibar atas nama kepentingan

 

Pola relasi kepentingan

Telah mengubah wajah kehidupan begitu berbeda

Dari tampilan yg seharusnya

 

Ibarat borok

Kebohongan sudah terbiasa menjadi make up pemanis

Demi menyulap wajah lugu kehidupan

Menjadi lebih menor dan menarik

 

Lihat kanan kiri

Borok itu begitu sangat menjijikkan

Kecuali terlihat Anggun bagi mereka yg terlilit oleh kepentingan

 

 

Madura, 2022

 

Kacang lupa kulit

 

 

Ketika tiba-tiba

 

Arus takdir membawamu berpindah dari suatu keadaan ke dalam suana lain yg sangat jauh dari rasa nyaman

Dengan bekal kecerdasan berfikir dan kemampuan usaha yang selalu kau gadang-gadangkan

Mampukah engkau menghindar untuk tidak terseret kuatnya arus yang memaksa

Atau bisakah dirimu bertahan sepanjang engkau ingin tanpa harus ikut hanyut berpindah

 

Itu mustahil

 

Mengingat sifat dasar manusia yang lemah

Serta bekal kemampuan yang terbatas

Manusia tak pernah bisa melawan kehendak Tuhan

 

Dan apakah manusia mengira

Bahwa karena sesuatunya berjalan sesuai keinginan

Lantas ia sudah mampu menuliskan nasib menggunakan tangannya sendiri

 

Alangkah naifnya sebuah orok

Yang karena dianugerahi secuil pengetahuan

 

Kemudian ia begitu berani menghilangkan peran Tuhan dari tata kelola kehidupan

Bukankah tindakan ini merupakan sebuah penahbisan dirinya sebagai sosok yang telah mampu melakukan apa yang seharusnya hanya bisa dilakukan oleh dia Yang Maha Pencipta Sang Sutradara Kehidupan

 

Manusia hanyalah sebagian aktor dari begitu banyak aktor kehidupan

Maka tak usahlah kesana kemari berkoar-koar menjadi sutradara kehidupan

Pengakuan itu sungguh tak bermoral

Dan sungguh memalukan

 

 

Madura, 2022

 

 

Manusia I

 

Hal hal tak terduga slalu terjadi diluar batas perhitungan dan rencana manusia

Kehidupan bukan tentang selera kita

Seperti halnya cinta

Benci adalah bagian dari pelengkap kehidupan

Dunia tidak hanya menampung kerinduan dan kemesraan

Ia juga memberi ruang perbedaan untuk menyulut perpecahan dan perkelahian

Jika dalam hati manusia masih ada cinta

Pasti disitu juga ia menyelipkan kebencian

 

Manusia II

 

Untuk menjadi manusia seutuhnya tidaklah sesulit yg kita kira

Cukup menjadi pelayan setia penciptanya

Sangat begitu sederhana

 

Suatu saat engkau akan menyesal

Mengapa selama didunia ini tidak menjadi orang gila saja

 

Selalu ada dusta untuk mengamankan kepentingan kita

Demi menutupi otak kita yg cabul

 

RowiEl-Hamzi warga Gindhaga (Longos) yang konsisten dalam menerapkan nilai-nilai keislaman dalam puisi-puisinya. Selain menulis puisi, alumni Sukorejo ini juga aktif sebagai di GP Ansor dan terus aktif dalam rangka membumikan nilai-nilai ke-NU-an agar dapat dinikmati oleh seluruh umat.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama