Puisi Hikmatul Kamalia




Episode Luka

Ketika malam menjelma
Aku termenung pada ketikan jemari ku sendiri
Terhanyut diri dalam renungan
Tehempas pada cerita semu

Memutar kembali cerita luka
Terisak dalam sepi
Menahan luka goresan belati
Yang tak sempat mengering

Ku simpan semua itu dalam kesendirian
Itu hanya memori lama
Sebuah kenangan lampau

Kini saatnya
Ku lelap pada gelapnya mimpi
Sejenak menenangkan jiwa
Tuk merajut kembali asa yang hilang.


Februari 2022



Penulis Kata Tanpa Makna

Setiap kata yang dirangkai
Hanya menjadi sebuah coretan yang tak bermakna

Ia adalah pena 
yang berirama dalam kekosongan meluahkan sedikit resah yang dirasa

Aku bukan penulis yang pintar mencoretkan pena
Menjadi sebuah puisi yang indah

Aku hanya pena yang mampu
Bersenandung dalam kata tanpa makna


Februari 2022

Punggung Rapuh

Mereka menyingkir dari drama yang melelahkan
Merebahkan tubuh yang letih
Mengusung tanggung jawab,
Pipi kencang badan yang tegap
Kini menunduk payah
Masa muda yang penuh gejolak haus akan harta,
Kini gejolak itu lesu, payah, tertunduk pilu
Memejam mata merangkai kembali 
Jalan yang lurus.
Mempersiapkan diri untuk hari esok
Akankah besok masih bernyawa?
Akankah besok masih menginjak bumi?
Tanda tanya besar menyelami langit-langit kamar


07 Agustus 2022

Hikmatul Kamalia lahir di Sumenep. Sekarang sedang menempuh pendidikan Madrasah Aliyah Di Mambaul Ulum Gapura, Sumenep

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama