Dari Derby della Madonnina hingga Dongeng King Power Stadium





"Begitu Milan mengalir melalui nadimu, itu akan mengalir selamanya dalam darahmu.” 

Merupakan kutipan yang sangat fenomenal Rus Costa. Kutipan itu ditempatkan di bagian penutup tulisan berjudul “Begitu Milan mengalir di nadimu, akan selamanya dalam darahmu” halaman 23-31 dalam buku Romantika Sepakbola, karya Ilhamzada yang diterbitkan fandom publishing. Dalam bagian ini, penulis menceritakan perjumpaannya pada menjelang final Euro 2016 yang mempertemukan Prancis vs Portugal. Penulis berjumpa di media centre. Pada saat baru masuk media centre yang penulis sudah mengenalinya. Penulis kemudian menceritakan peristiwa yang sangat romantis dalam stadion.

Peristiwa itu terjadi pada Derby della Madonnina. Yaitu pada Liga Champions 2004-2005 yang mempertemukan AC Milan dan Intermilan, mereka berasal dari satu kota, yaitu kota Milan (italia) sehingga ketika berhadapan disebut derby, yaitu pertemuan dua club sepakbola dalam ajang apapun, baik liga, perebutan piala, piala liga, liga champions. Di Milan ada dua club elit, yaitu AC Milan dan Intermilan. Mereka sering bertemu dalam ajang apapun tak terkecuali dalam ajang Liga Champions yang merupakan liga tertinggi se Eropa. Liga Champions ini biasanya mempertemukan tim-tim elit, para jawara Eropa.

Di tahun 2004-2005 itu salah satu pertandingannya mempertemukan AC Milan dan Intermilan, pada perempat final Liga Champions leg kedua. (Dalam Liga Champions memang bermain kandang-tandang/home-away, atau leg pertama-leg kedua). Pertemuan ini tentu sangat panas, selain memperebutkan satu tiket untuk melangkah ke babak selanjutnya, semi final, kedua tim juga ingin membuktikan bahwa sang raja kota Milan adalah salah satu dari mereka: AC Milan atau Intermilan. 

Pada pertemuan ini terjadi insiden yang membuat supporter/tifosi intermilan marah, tersebab pada menit ke 70, wasit menganulir (menggagalkan) gol Esteban Cambiaso. Dampaknya, Tifosi Intermilan marah, mereka melempar apa saja yang di dekat ke tengah lapangan, termasuk flare (hal. 29). Dalam situasi terjeda, bek Intermilan, Marco Materrazi dan playmaker AC Milan Manuel Rui Costa berdiri di tengah lapangan. Bahkan tangan Rui Costa disenderkan di bahu sang rival: Materrazi. Mereka seperti menggambarkan, bahwa ada yang lebih penting dari semua itu, yaitu selamatkan manusia.

Maos Jugan: D. Zawawi Imron

Ada catatan lain yang tidak kalah menariknya, yaitu dari kandang Leicester City yaitu King Power Stadium. Siapa yang bakal menyangka bahwa tahun 2015-2016 akan datang sebuah dongeng dari antah-berantah itu. bagaimana tidak, publik sepakbola begitu dikejutkan dengan papan klasemen: Leicester City juara liga inggris, liga paling kompetitif sedunia. Dalam liga inggris selalu dikuasai si empat besar, bisa Manchester United atau Manchester City, Chelsea, Liverpool,  plus dua yang sering muncul dan tenggelam yaitu arsenal, dan totenham hotspur. Jika bukan Liverpool yang juara, bisa MU atau M City, atau Chelsea, bisa juga arsenal. Namun, sangat tidak mungkin ada Leicester City di sepuluh besar, bahkan target sang presiden klub hanyalah 40 point, artinya sang pelatih hanya diminta agar Leicester City tidak terdegradasi, namun di akhir musim, mereka justru juara (hal.73).

Kenapa ini dianggap dongeng, selain karena biasanya penghuni papan atas adalah klub elit, mulai dari Manchester United atau Manchester City, Chelsea, Liverpool, Arsenal, Totenham Hostpur, pada saat itu klub-klub besar seperti tidak berdaya, bahkan klub tersebut terbiasa diisi oleh pemain-pemain bintang dengan harga transfer (pembelian pemain dengan harga yang fantastis dan tentunya mahal), tapi justru Leicester City yang juara, sebuah klub yang diisi oleh pemain biasa saja semua, bahkan pelatihnya dicap sebagai spesialis runner up (hal.70).

Hal lain yang cukup menarik adalah tentang Diego Costa yang disebut sebagai Publik Enemy namun justru disebut sebagai Pahlawan oleh Publik Lagarto, yaitu karena pemain kelahiran Lagarto, Brazil itu membuat nama Lagarto muncul di peta dunia (hal.76). 

Judul              : Romantika Sepakbola
Penulis           : Ilhamzada
Penerbit         : Fandom Publishing
Tahun terbit   : 2022
Kota Terbit     : Yogyakarta
ISBN              : 978-623-96553-6-5
Reviewer         : Mat Toyu

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama