I SEMUT MERAH

sf:wallpaperbetter

Kerajaan Gembok Abang mengadakan sayembara perebutan mahkota cinta dari putri kerajaan. Sayembaranya adalah setiap lelaki wajib bercerita bertahun-tahun hingga batas waktu yang tak ditentukan, siapa saja yang mampu bercerita bertahun-tahun, akan mendapatkan hadiah putri kerajaan, yaitu menjadi suaminya dan menjadi raja. 

Sayembara itu diumumkan kepada seluruh orang di berbagai kerajaan-kerajaan tetangga. Namun dari luar daerah ternyata tak ada yang tertarik untuk mendapatkan putri raja itu. Alasannya tak pernah diberitakan. Yang ada, orang-orang berbisik-bisik semata, terutama di dapur, mereka tak berani berbisik-bisik di luar rumah. Seperti di teras, di pagar, di sumur apalagi di pasar yang semakin tidak bebas. 

Sungguh sangat aneh. Setiap orang yang mendengar tentang cerita dalam dapur orang, ia mesti melupakan segala cerita sejak keluar dari pintu dapur itu. Orang itu bisa menceritakannya, jika telah masuk dapurnya sendiri atau masuk dapur orang lain. Segala cara orang lakukan untuk tidak bercerita pada orang lain, untuk tidak membuka mulut di ruang terbuka seperti tempat-tempat yang dianggap sangat membahayakan itu. kecuali mereka berada dalam dapur. Cerita itu, bisik-bisik itu akan mengalir panjang, lebar dan tentu arah.

Kesultanan Gembok Abang memiliki kekayaan yang sangat melimpah, terutama gudang-gudang beras, jagung dan kedelai. Gudangnya besar-besar dan sangat banyak. Sedang yang mengurusi gudang-gudang makanan itu terbatas. Jika diketahui ada pencuri masuk, akan dipotong kepalanya dan digantung di halaman istana. Pernah suatu kali, putra pertama raja, Pangeran Angen Barat mencuri sekarung jagung. Penjaga menangkapnya dan keesokan paginya kepala putra tergantung di halaman istana. Semua orang merasa ngeri melihat putra raja mati.
Dalam sayembara kaliini, jika gagal bercerita akan mendapatkan hukuman mati. Kepala di penggal. Penasehat kerajaan menyarankan untuk mencabut hukuman pada pendongeng yang gagal. Sebab pendongeng itu tidak merugikan kerajaan. Tapi bagi raja, adalah kerugian besar mendengarkan cerita yang hanya secuil dan tak bermakna apa-apa.

“Justru itu sebuah kerugian yang sangat besar. Aku mesti membuang waktu yang terbatas, hanya untuk mendengarkan cerita/dongeng yang terbatas. Itu sangat merugikan. Jika aku harus mendengarkan cerita-cerita panjang aku harus mendapat keaslian dari masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan bertandang.”

Semua penasehat diam. Prajurit melapor bahwa telah datang pemuda tampan. Pemuda yang hendak menghaturkan cerita yang diinginkan oleh raja.

“Dia membawa apa?”

“Yang Mulia Paduka Raja, dia membawa sekarung cerita. Karung besar!”

“Izinkan dia masuk.”

“Wahai pemuda, kau lelaki pertama yang melamar kematianmu. Apakah kamu siap?”

Pemuda itu mengangguk pelan. Ia memulai ceritanya. Diawali dari tentang cerita bisik-bisik dalam dapur. Ada seorang wanita menangis dalam kamar. Wanita itu merindukan kucing hitam bernama Moses. Kucing itu sekali waktu membuat wanita itu sangat terharu, sebab larinya yang sangat kencang, melompat, dan pada akhirnya wanita itu tahu bahwa kucing itu sulit bahkan tidak bisa turun ketika memanjat pohon. Wanita itu terus menangis setelah mengetahui tahi kucing di kubur agar tak ada hewan lain yang menciumnya. Wanita itu tersinggung. 

Sebaiknya manusia tak sembarangan membuang kotoran. Wanita itu merasa malu sekali, karena pernah bertahi sembarangan di halaman rumahnya. Pemuda itu mengakhiri ceritanya.

“Hah… hanya sehari waktu ceritamu? Masukkan dia dalam penjara. Kau pantas mati lebih dini.”

Seminggu berikutnya, seorang lelaki datang membawa gerobak besar. Berisi cerita panjang. Menurut lelaki itu, cerita itu akan panjang dan bisa bertahun-tahun. Tapi sayang, setelah dipersilahkan, lelaki itu hanya sampai delapan bulan dan kehabisan cerita. Cerita itu berakhir dengan terbunuhnya seorang pemuda tampan akibat tak mampu menghabiskan minum teh di sebuah perjamuan besar.

Selanjutnya, seorang lelaki datang membawa lima ribu truk dan tronton yang semuanya berisi ceirta.

“Ini cerita asli. Cerita ini tidak boleh bocor. Tidak boleh diperdengarkan kepada seluruh orang di negeri ini, sebab akan menyebabkan kebocoran kekayaan kerajaan.” Begitu sesumbar lelaki itu. Truk dan tronton yang berisi cerita itu disiagakan berdasarkan urutan masing-masing. Namun sayang, cerita itu berkahir pada minggu keempat. Sebab isi dari truk dan tronton hanyalah sampah hasil curian. Sampah-sampah becek. Sampah-sampah bau apek yang aromanya sangat busuk dan baunya menusuk jantung.
Raja merasa terhina. Akibat lelaki itu membawa sampah ke halaman istana. Bagi raja, ini adalah penghinaan. Ini istana, bukan tempat sampah busuk. Akibat ulahnya, lelaki itu langsung diamankan dalam penjara.

“Besok kepalamu akan tergantung di halaman utama istana. Mulutmu akan menyeringai sebagaimana kamu tadi menyeringai padaku.” Hari yang ditunggu itu tak kunjung tiba bagi lelaki tambun itu. Tapi meski tak mati. Lelaki itu juga tak mendapatkan makan.

Datang seorang lelaki tak membawa apa-apa. Hendak bercerita bertahun-tahun lamanya. Raja kaget mendengar ucapan laporan itu dari prajurit.

“Bagaimana mungkin tak membawa secarik kertas pun akan mampu bercerita bertahun-tahun lamanya. Kedatangan lelaki itu sangat menghina para kesatria dari berbagai Negara. hukum dia.”

“Tapi,,, raja. Dia belum melakukan apapun?”

“Tak usah….”

“Baik raja. Perintah di…”

“Cepat!!!”

“B….!!!

“Kau harus dipenjara hingga waktu yang tak ditentukan. Raja dan para ring satu istana akan membahas kehadiranmu yang sangat menghina.”

“Ap…”


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama