Tanah Tempat Menyusu Segala Peradaban

 

Tanah Tempat Menyusu Segala Peradaban


ABABAT PLATFORM BERSAMA HERLINA DAN MARLIYANA MENDISKUSIKAN RELASI WANITA DAN TANAH.

Ababat platform merupakan serangkaian kegiatan Bienale Jatim IX-2021, rangkaian ini berjalan secara estafet yang terjadi di empat kabupaten di Madura. Bienale Jatim IX-2021 dilaksanakan di Celcius Kopi oleh Tuan Rumah Ababat Platform dengan komandan instruktur senam jatungnya adalah Fayat Mohammad dengan anggotanya adalah Efendi, Herlina dan Marliyana dan mereka pulalah yang menyajikan materi-materi tentang terjadinya peristiwa sebelum sejarah, seperti Batik Sinestesia Fayat Mohammad, Efendi yang berdongeng tentang pelestarian tanah “Kaju Odhi’, Paseser Tasellem”, sedang Marliyana membicarakan Wanita dan Hidroponik. Menurut wanita kelahiran To-pote ini, tanah serupa wanita yang memberikan sumber penghidupan pada manusia (seperti ibu yang menyusui anaknya). Jika tanah hilang, sumber kehidupan tiada, punahlah manusia. Akhir-akhir ini lahan semakin, karena banyak bangunan tumbuh subur, kemudian pelebaran jalan, pembuatan tambak (udang) yang tanahnya dibeli investor.

Sedangkan menurut Herlina, Aktifis sosial yang tinggal di Yogyakarta ini, meskipun wanita tidak bisa melepaskan diri dari khazanah kasur, dapur dan sumur, namun karena kehadiran perspektif dan cara pandang yang mutakhir akan melahirkan bentuk-bentuk kasur, dapur dan sumur yang lebih ramah terhadap perempuan dan lingkungan, perempuan tidak perlu menimba ke sumur, dapur sudah steril dan cerah.

Menurutnya wanita dalam keluarga adalah pimpinan atau ibu negara yang memberikan suplay makanan secara higines dan bersih. Perempuan pula lah yang akan menjadi guru bagi anak-anak dalam keluarganya. Pendidikan keluarga, baik untuk menciptakan keluarga yang harmonis, ataupun untuk memberikan pelajaran pada anak-anaknya sangatlah penting. Hal ini akan memberikan pengaruh-pengaruh yang cukup penting untuk melahirkan generasi yang doyan literasi.

Perempuan Sumenep, menurutya, harus belajar pada Potre Koneng yang sangat inspiratif dan menjadi perempuan yang sangat gigih untuk menciptakan keharmonisan. Sayangnya dalam acara seperti, tidak begitu banyak perempuan yang hadir, sehingga belum banyak respon dari perempuan dalam membicarakan secara lebih mendalam persoalan perempuan.

Kerusakan alam akan menjadi perhatian umat manusia di seluruh alam. Wacana kerusakan alam dan penghijauan memang sudah menjadi perhatian publik bahkan di pesantren-pesantren juga sudah secara lebih serius terus menggaungkan perbaikan alam, iklim dan lain sebagainya. Tanpa tanah, kita akan berpijak pada apa.

Hari ini sampah plastik dan segala macam bentuknya telah merusak dan merasuki kehidupan sehari-hari. Ancamannya sangat nyata, namun kita masih lemah. Di pesisir selatan Madura, sudah sangat banyak tumpukan sampah.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama