Puisi Rowi El-Hamzi


Kepala Manusia


Hati manusia semakin kacau
Ditambah pikirannya semakin rumit
Lalu apa yg harus mereka katakan kepada kehidupan

Kepala kami bukan lagi kepala manusia
Dan hati kami bukan lagi hati manusia

Tolong berikan cermin kepada mereka
Supaya mereka dapat melihat secara kasat
Mana bayangan nyata dan yg mana aslinya

Berdoalah dalam diam
Karena ada banyak orang yg memiliki otak tapi tak memiliki hati
Mereka adalah robot dari fikirannya sendiri
Dengan digerakkan oleh perpaduan mesin keinginan dan angan angan panjang

Dengarkan doa mereka yg seragam
Dikerjakan
Terpanjat sumbang
Uang, uang, uang

 
Raden gindaga 02-03-22 


Kemaren telah usai

Dan hanya menyisakan banyak penyesalan 
Dengan waktu banyak sekali terbuang mengejar impian 
Sedang kesempatan melakukan kebaikan terabaikan

Sekarang 
Kita pun terlalu sibuk berburu keinginan
Sebagai runinitas wajib demi memperbaiki kondisi kehidupan
Menaikkan kelas
Serta meningkatkan nilai tawar

Besok, lusa masa depan
Hanya menjadi tempat untuk menaruh harapan yg tak terhitung
Sedang kita tahu bahwa besok dan seterusnya adalah masa yg tak pernah bisa dijangkau siapapun jua

Kerugian manusia tentang waktu 
Tak pernah dihitung
Mereka terlalu sibuk menghabiskan masa hidup dengan berburu bayangan semu
Hingga lupa bahwa keberadaannya juga diburu oleh kematian

Semua terus berubah
Berganti
Dan diperbaharui

Wajah wajah lama menghilang
Dan wajah baru bermunculan

Alam terus bergerak
Memperlihatkan sifatnya yang baharu
Demi satu alasan
Mengajari manusia tentang perjalanan singkat
Yang sebentar disinggahi dan harus menyerahkan tongkat estafet
Kepada pendatang baru

Ada yang belajar
Sebagian besar abai dan berkeinginan tetap tinggal
Padahal ia digiring oleh renta
Sebagai peringatan

Tetap di usia muda adalah mustahil
Bukankah pergantian tahun mendorong kita mendekati gerbang kematian





Kerinduan

Para perawan terbiasa bungkam
Dengan menyembunyikan kerinduan
Dan memendam sejuta keinginan

Namun ada isyarat termakna
Dibalik keterpakuannya 
Ia menyimpan deraan rasa dalam kerahasiaan

Ia akan slalu terlihat tenang
Walau ada gejolak yg tak bisa diredam
Dari bahasa diam yg ia peragakan

Sebagai penggiat cinta
Yg tlah lama malang melintang dalam dunia asmara 
Ku pecahkan kodenya menggunakan simbol rasa bersilang

Hai perawan,!!!
Sifat malu malumu terlalu kaku
Dan dari inti kekakuan itu ada setitik mau

Dari zaman ke zaman 
Polanya tak pernah berubah signifikan
Sifat dasar hiasan para perawan yg diwariskan turun temurun

Oh nakalnya dikau perawan,!!!
Mohon maaf lahir dan  bathin



*Rowi El-Hamzi seorang Playmaker.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama