Empat Buku Basa Madura Diterjemahkan

Ke dalam Bahasa Indonesia
Pada tahun 2021, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (BBJT) menerjemahkan buku sastra berbahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia, mulai dari buku-buku sastra berbahasa Jawa, Bahasa Using (Banyuwangi) hingga buku Sastra Bahasa Madura. penerjemahan ini dilaksanakan sejak bulan Juni hingga November 2021. 
Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Bapak Asrif M. Hum mengutarakan maksud lokakarya penerjemahan buku sastra daerah adalah untuk mengenalkan sastra daerah kepada pembaca nasional, agar bisa dinikmati secara lebih menyeluruh, agar bisa menjadi khazanah kesusastraan secara nasional.

Buku-buku yang diterjemahkan meliputi Novel, Cerpen dan Puisi yang semuanya berbahasa daerah, baik Jawa, Using ataupun Madura. Ada dua puluh buku yang diterjemahkan. 

Sedangkan dari Sastra Madura terdiri atas empat karya; pertama buku Carpan (Careta Pandha/Cerpen) “TORA” yaitu antologi cerpen berbahasa Madura, yang diterbitkan Radar Madura kerja sama dengan CV. Abida Mahran (Publishing House). Terdiri dari 21 penulis yang karya tulisnya dimuat di Radar Madura dari rentang waktu 2015 hingga 2017. Editor buku TORA adalah Lukman Hakim Ag. Buku ini diterjemahkan oleh Dwi Laily Sukmawati.

Kedua adalah buku Carpan/cerpen berbahasa Madura “Oreng-oreng Palang” Karya Lukman Hakim Ag, antologi yang terdiri enam cerita pendek. Buku yang diterbitkan Sulur Pustaka (Yogyakarta) pada tahun 2018 diterjemahkan oleh Hafid Effendi.

Ketiga adalah buku Carpen/Cerpen berbahasa Madura “Lanceng Talpos” Karya N. Shalihin Dhamiri, antologi yang terdiri sepuluh cerita pendek dengan nuansa cerita remaja, pondok pesantren dan nama khas Madura yang mulai hilang/atau tercampur-campur dengan nama asing ini diterbitkan oleh DIVA Press (Yogyakarta) pada tahun 2020. Karya ini diterjemahkan oleh Nurul Fadilah.
Keempat adalah buku sanja/puisi “SOKANA” Karya Mat Toyu, antologi berbicara seputar Kaktus (Langgem Baja) dan persoalan keseharian masyarakat, perempuan dan dinamikan kehidupan desa, laut dan persoalan tanah yang mulai menggema. Buku SOKANA diterjemahkan oleh Adrian Pawitra. 

Untuk mensukseskan terjemahan ini, Balai Bahasa Jawa Timur juga mengundang beberapa Sastrawan/pengamat dan peneliti yang mengerti bahasa Madura dan juga mengerti sastra Indonesia, dalam hal ini BBJT mempercayakan pada Profesor Ghazali Syukur, Royyan Julian dan Mahwi Air Tawar untuk merespon, memberikan kritik, saran agar segera diedit dan diperbaiki untuk melahirkan terjemahan yang berkualitas.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama