Dari STIDAR Untuk Indonesia Berkibar

       Foto: Ujian Munaqosah STIDAR

DI pinggir sungai ASOKA, Gadu Barat berdiri sebuah kampus di jalan flamboyan. Di sekitar kampus penuh dengan pemandangan yang menyejukkan, seperti sawah yang luas, serta adanya bukit, pegunungan di sisi utara, lanskap indah tersebut menjadi warna tersendiri terhadap keberadaan Kampus STIDAR, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman. Kampus ini berdiri sejak tahun 2016 dan pada tahun 2021 telah mewisuda 39 Sarjana Sosial (S. Sos) di Gedung Islamic Centre Bindara Saod.

The Great Campus of Civilization Restoration ini memiliki dua program studi yang sangat unik, berani berbeda dari kampus-kampus yang ada di Sumenep bahkan Madura, yaitu Program studi PMI (Pengembangan Masyarakat Islam) dan BKI (Bimbingan Konseling Islam) yang keduanya bereksplanasi untuk menghadirkan profesi sosial, seperti konselor islam, advokasi, pendamping program sosial dan lain sebagainya.
Dua program studi tersebut lahir sebagai respon atas maraknya dinamika problema sosial yang muncul belakangan dan trend konsultasi pada orang-orang yang tidak pada tempatnya. Semisal, remaja yang mengalami kegalauan, kemudian curhat, cerita berbagai macam hal, cerita tentang problem yang dihadapi, namun justru mendapatkan bullying, tidak mendapatkan arahan, atau bahkan orang yang curhat tersebut identitasnya disebarluaskan, serta keluhan bahwa tiadanya tempat berbagi cerita ketika sebuah keluarga mengalami problem dan tak menemukan tempat untuk berkonsultasi. Dengan Bimbingan Konseling Islam diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang dinamis.

Begitu pula dengan kehadiran Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), kehadirannya adalah upaya untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis. Di Sumenep secara umum masih belum merata pemahaman untuk membangun kampung, sekolah juga kampus yang inklusi, yang ramah terhadap kaum disabilitas. Bagaimana seharusnya kita merespon terhadap kehadiran mereka. Di sisi yang lain, Dinsos kita juta belum responsif terhadap tingginya gelandangan, anak jalanan dan pengemis, serta mereka-mereka yang terdampak gangguan mental. Dengan hadirnya PMI ini, mahasiswa yang tergabung di dalamnya bisa mengembangkan kepekaan sosial untuk lebih responsive membangun kampung yang inklusi terhadap kaum disabilitas, serta ikut berperan menjadi advokat, fasilitator untuk menciptakan perubahan baik melalui lembaga negara seperti Dinsos ataupun lembaga swasta, seperti Badan Amil Zakat.
Untuk kalian yang memilih Program Studi PMI akan menjadi Pekerja Sosial Islam, Pengelola Lembaga Sosial Kemasyarakatan, tenaga fasilitator, pengamat/peneliti kebijakan sosial, tenaga ahli program pembangunan partisipatif, motivator pengembangan sumber daya manusia, tenaga pemberdaya pendamping desa, tenaga ahli pengembangan masyarakat desa dan pengelola zakat. 

Sedangkan yang memilih program studi BKI akan menjadi konselor islam, trainer pengembangan diri, praktisi dan pembimbing anak dan remaja, pendamping dan motivator di pusat-pusat rehabilitasi, terapis jiwa-mental di Rumah Sakit, konsultan pendidikan dan masyarakat, terapis islam di panti anak berkebutuhan khusus, penyuluh KB, pembimbing kerja-karir di berbagai perusahaan, pembimbing dan konselor pra-nikah dan keluarga sakinah mawaddah wa rohmah dan guru bimbingan dan konseling di sekolah.
Ada beberapa organisasi kemahasiswaan yang telah berkembang di STIDAR yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa, HIMProdi, Aktifis Pecinta Lingkungan Asri, Sehat dan Indah (APLIKASI), Sanggar Semar, Asosiasi Wirausaha muda, Aliansi Konselor Muda, Halaqoh Jamiyah Tarekat Naqsyabandiyah (HAJATAN), Himpunan Jaringan Mahasiswa Berdaulat (HIJAB) serta organisasi Ekstra kampus pada umumnya, seperti PMII dan HMI.

Di kampus ini juga tersedia beasiswa seperti Beasiswa Prestasi, Beasiswa Pemkab Sumenep, Beasiswa Tahfidzul Quran dan Beasiswa STIDAR.
Kalian boleh datang langsung untuk mendaftar di STIDAR Gadu Barat, Ganding Sumenep atau bisa membaca lebih lanjut di www.jamaru.stidar.ac.id

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama