Batan, Banne Ajaga Tan-Kotan

BAGI Oscar Wilde, Wajah Pria adalah autobiografinya, dan wajah perempuan adalah karya fiksinya. Bagaimana dengan wajah Islam Madura?

Selamat memandang … (di cover belakang buku “Wajah Islam Madura” karya K.A Dardiri Zubairi).

K.A Dardiri Zubairi merupakan putra Kiai Zubairi yang merupakan pengasuh pondok pesantren Nasy’atul Mutta’allimin (NASA/Nasymut) Gapura Timur Gapura, Sumenep Madura. Kiai Dardiri menyelesaikan pendidikannya mulai dari Madrasah Ibtida’iyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah di pondok tersebut, yang merupakan pondok tersebesar di wilayah timur laut (timur daya) tersebut, beliau melanjutkan ke perguruan tinggi yakni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus pada tahun 1997. Belia menikah dengan Mamluatul Hikmah dan dikaruniai dua putra-putri yaitu  Najmi Al Adiliyah dan Muhammad Abid Al Jabiri.

Pria kalem ini merupakan sosok kiai, aktivis dan cendikian NU yang lahir di Gapura Timur. Saat ini tinggal di Gapura Timur, menemani masyarakat, mendengarkan suara rakyat yang tanahnya tercaplok, terbeli oleh investor dan beragam persoalan tanah lainnya yang membuat dirinya bergerak dalam B A T A N yaitu Barisan Ajaga Tana Ajaga Na’ Poto.

Selain itu beliau juga mengisi acara, seperti berceramah agama, menjadi pembicara di berbagai forum, aktif di PCNU Sumenep, mengabdi di pondok Pesantren Nasy’atul Mutaallimin. Juga sering membacakan puisi-puisinya di berbagai forum. Esai-esainya tersebar di berbagai media lokal maupun nasional. Tak heran jika kemudian ada berapa buku yang terbit yaitu Rahasia Perempuan Madura (Andap Ashor-Al Afkar Press Surabaya 2013), Susah Senang Bersama si Buah Hati (Cantrik Pustaka 2016), dan Wajah Islam Madura (Torebook, Jakarta 2020).

Di sela-sela kesibukannya, beliau masih menyempatkan untuk memberikan arahan, pembinaan terhadap kondisi masyarakat, seperti efek karnaval pada kemacetan, pendidikan dan sekolah, serta ikut memberikan arahan, perdamaian dalam diskusi online tentang Toko Kelontong Madura di Jakarta yang sempat ramai pada tahun 2021.

Buku Wajah Islam Madura merupakan buku telaah atas kondisi sosial masyarakat Madura, sebagai aktivis muda dan kritis, beliau menghadirkan analisis yang spesifik bagaimana efek lepasnya tanah dari tangan masyarakat ke tangan investor, selain dipadukan dengan teori juga dihadirkan peribahasa-peribahasa Madura.

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama